Tren perkembangan elektrifikasi kendaraan off-road dalam dekade mendatang, Sproket Excavator Malaysia
Tampaknya sudah jelas bahwa elektrifikasi sedang meningkat, tetapi ini tentu bukan tren yang dapat diabaikan. Dari peralatan konstruksi hingga peralatan tenaga fluida hingga peralatan perawatan taman, hampir setiap industri bergerak menuju elektrifikasi.
Meskipun elektrifikasi masih memiliki banyak tantangan—terutama untuk kendaraan dan perangkat seluler—seperti infrastruktur pengisian daya dan kapasitas jaringan listrik, saat ini elektrifikasi dianggap sebagai salah satu cara utama untuk mengurangi emisi global.
Dalam beberapa tahun terakhir, karena berbagai alasan, pengembangan kendaraan listrik dengan berbagai ukuran dan jenis telah meningkat pesat. Salah satu alasan utamanya adalah penurunan biaya baterai dan peningkatan desain serta komposisi kimianya. Kemajuan pada komponen penting lainnya (seperti motor, poros listrik, dll.) juga bermanfaat bagi kemampuan produsen untuk mengembangkan lebih banyak pilihan kendaraan listrik.
Kenaikan harga bahan bakar, peningkatan teknologi, pengurangan emisi yang lebih besar, dan manfaat lain dari penggunaan kendaraan listrik—perawatan yang lebih sedikit dan efisiensi yang lebih tinggi—akan membantu mendorong pasar elektrifikasi dalam beberapa tahun ke depan. Dengan perkembangan elektrifikasi, dampaknya pada industri terkait lainnya dan produsen komponen akan sama, seperti yang bergerak di bidang tenaga fluida dan kontrol gerak. (Malaysia Excavator sprocket)
Elektrifikasi mobil penumpang akan meningkat pada tahun 2027.
Dalam beberapa tahun terakhir, pasar otomotif telah gencar mempromosikan elektrifikasi, dan telah berkembang hingga saat ini bahkan truk pikap pun telah dialiri listrik. Produsen seperti General Motors (GM) telah mengumumkan rencana untuk meningkatkan penjualan kendaraan listrik (EV) dalam beberapa tahun mendatang. General Motors mengatakan bahwa mereka berencana untuk meluncurkan 30 model kendaraan listrik baru di seluruh dunia pada tahun 2025.
GM tidak sendirian. Menurut laporan pasar kendaraan listrik terbaru yang berdasarkan riset cermat, pasar kendaraan listrik akan mencapai tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 33,6% pada tahun 2027. Berdasarkan data tahun 2020, perusahaan riset tersebut memprediksi bahwa nilai pasar akan mencapai 2495,4 miliar dolar AS dan 233,9 juta kendaraan pada tahun 2027, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk sebesar 21,7%.
Meticulous Research mencantumkan alasan-alasan berikut dalam siaran persnya yang mengumumkan laporan tersebut sebagai beberapa faktor kunci yang mendorong pertumbuhan kendaraan listrik:
Kebijakan dan peraturan pemerintah mendukung hal ini;
Produsen OEM otomotif terkemuka meningkatkan investasi;
Masalah lingkungan yang semakin serius;
Harga baterai telah turun;
Kemajuan dalam teknologi sistem pengisian daya.
Faktor pendorong lainnya termasuk meningkatnya adopsi kendaraan listrik di negara-negara berkembang dan pertumbuhan kendaraan otonom. Namun, perusahaan riset tersebut menunjukkan bahwa kurangnya infrastruktur pengisian daya di pasar-pasar ini akan menimbulkan tantangan, seperti yang terjadi saat ini di banyak bagian dunia. (Malaysia Excavator sprocket)
Meskipun epidemi Covid-19 memang telah memengaruhi rantai pasokan global, yang mengakibatkan terganggunya produksi di pasar otomotif, termasuk kendaraan listrik, penelitian yang cermat mengatakan bahwa karena pemulihan dan permintaan yang kuat di Tiongkok, bidang kendaraan listrik akan mengalami pemulihan yang relatif cepat. Pasar kendaraan listrik di Eropa dan Tiongkok diperkirakan akan pulih dengan kuat, tetapi Amerika Serikat diperkirakan akan tertinggal. Masih harus dilihat apakah ini akan berubah karena konflik antara Rusia dan Ukraina telah menyebabkan harga bahan bakar yang tinggi.
Waktu posting: 09 Juni 2022
